Budget Travel : Japan Trip - Part 1

by - March 30, 2018


Konnichiwa! Welcome to my blog!
Di postingan kali ini, aku mau sharing pengalaman travel-ku ke negeri sakura, yah walau kedatanganku kesana ngga disambut sama bunga sakura (loh!). Banyak yang bilang kalau liburan ke Jepang itu mahal, hmmm... aku kurang setuju. Kita bisa banget kok liburan ke Jepang dengan biaya yang ngga mahal, pengalamanku ini contohnya. Liburanku ke Jepang ini bisa dibilang Budget Travel karena semuanya serba murah, tapi tentunya tetap nyaman.
Karena sepertinya tulisan tentang liburan ke Jepang ini bakal panjang, jadi aku bakal bagi menjadi 3 part. Nah di postingan ini, part 1, aku bakal sharing mengenai preparation sebelum berangkat serta beberapa tips yang mudah-mudahan bisa nambah info buat temen-temen semua.

Oh iya di part ini ataupun di part-part selanjutnya aku bakal selalu cantumin cost yang aku keluarkan, jadi kalian bisa semakin yakin kalau liburan ke Jepang ngga selalu mahal, dan mungkin pengalamanku ini bisa juga jadi gambaran kalau kalian mau travel hemat ke Jepang hehe. Ah ya! Semua cost yang aku cantumkan itu diluar belanja pribadi yah, jadi cuma yang pokok pokoknya aja!

❤    ❤    ❤    ❤    ❤    ❤  ❤   ❤    ❤    ❤    ❤    ❤    ❤  ❤  ❤    ❤    ❤    ❤    ❤  ❤  ❤ 

Aku liburan ke Jepang bareng temenku, kita berangkat ke Jepang tanggal 9 Februari 2017, dan kita stay di sana selama 9 hari sampai tanggal 18 Februari 2017. Bulan Februari, di Jepang masih berlangsung musim winter. Aku excited banget sama winter season ini dan gara-gara musim ini juga aku jadi agak rempong dalam persiapan. Apa aja sih persiapan yang aku lakukan sebelum berangkat? Baca terus sampai akhir yaa!
Note : di postingan ini aku ngga bahas cara apply VISA Jepang yah ;)

1. Hunting Tiket Promo
Selain punya passport (ini sih udah wajib ya hukumnya), dari segala persiapan, hunting tiket promo adalah hal yang paling penting! Karena "gak promo gak brangkat" wkwk (anak promo-an banget yah! Ya judunya juga kan Budget Travel). Tiket promo yang aku dapat saat itu adalah penerbangan dengan maskapai Air Asia rute KUL-KIX (Kuala Lumpur-Osaka). Aku dapat promo tiket itu dari akun @promotrip di Instagram.
Oh iya! Penerbangan ini belum termasuk bagasi ya, cuma dapat 7kg cabin. Aku lumayan insecure sama bawaanku, jadi waktu itu aku nambah bagasi 20kg di setiap penerbangan. Btw waktu itu temenku ngga nambah bagasi, dia sangat cukup dengan jatah 7kg di cabin. Yaa dia cowok sih jadi ngga serempong aku bawaannya. Misal kamu dapet tiket promo Air Asia dan butuh bagasi lebih, kamu bisa cek website Air Asia yang ini untuk perkiraan harga bagasi tambahan : Bagasi Air Asia

Tiket KUL-KIX (Pulang Pergi) : Rp. 1.650.000
Tiket CGK-KUL (Pulang Pergi) : Rp. 875.000
Total : Rp. 2.525.000

Tambahan Bagasi 20kg KUL-KIX (Pulang Pergi) : Rp. 600.000an
Tambahan Bagasi 20kg CGK-KUL (Pulang Pergi) : Rp. 300.000an
Total : 900.000an

Tips :
1. Follow account yang jual tiket-tiket pesawat promo, bisa dari line atau instagram. Kalau kamu follow di instagram, aktifin turn on notificationnya, jadi kalau si penjual posting tiket promo kalian bisa langsung tau.
2. Bikin account member di maskapai penerbangan dan jangan lupa subscribe newsletter nya. Emang sih kadang agak spam di email, apalagi kalau kamu bikin member di banyak maskapai, untuk menyiasatinya kamu bisa buat email khusus untuk keperluan ini.
3. Jangan kelamaan mikir kalau udah liat promo tiket, karena biasanya tiket-tiket promo itu jumlah seat-nya terbatas & cepet banget habis. Apalagi kalau promonya murah banget, biasanya bisa sold out dalam hitungan jam bahkan menit.

2. Membuat Itinerary
Menyusun itinerary ini buat aku penting! Karena waktu liburanku di Jepang ini terbatas, jadi harus banget susun itinerary biar sampai sana udah langsung tau mau kemana aja. Aku nyusun itinerary ke Jepang bareng temenku, karena kita travel berdua jadi kita harus sepakatin dulu tempat-tempat yang mau kita kunjungin. Setelah tau tempat yang mau dikunjungin, kita kelompokin berdasarkan wilayahnya, jadinya kita jadi bisa lebih efektif dalam memilih lokasi penginapan & menentukan lokasi kunjungan per harinya. Setelah itu tinggal cari tau transportasi yang dipakai beserta estimasi biayanya untuk menuju semua lokasi yang mau dikunjungin.
Ini contoh dari itinerary yang kita buat :


Tips : Print dan bawa itinerary yang udah dibuat untuk antisipasi. Antisipasi apa? Bisa aja kan pas lagi travel kamu pisah sama temen kamu, internet/wifi kamu mati, ga ada free wifi di sekitar kamu, hp mati, gaada orang yang bisa ditanya, dan segala kemungkinan buruk lainnya. Di situasi kaya gitu kamu bisa liat itinerary yang udah kamu buat, thats why nyantumin deskripsi transportasi juga perlu hehe.

3. Book Penginapan
Sesuai judulnya, budget travel, penginapan yang kita pilih tentunya bukan hotel mevvah. Kalaupun punya budget lebih aku kayaknya akan tetep pilih stay di hostel/airbnb/hotel yang murah gitu, karena selama travelling aku pasti lebih banyak menghabiskan waktu di luaran, di penginapan cuma mandi dan tidur, jadi sayang banget kan kalau spending banyak pengeluaran di penginapan? Mending uangnya buat belanja huehehe.....
Selama di Tokyo kita stay di hostel Japanize GuestHouse (my review: ★★★★☆), sementara di Osaka kita stay di Diamond Hotel (my review: ★★☆☆☆). Kenapa 4 bintang dan 2 bintang (1,5 bintang sih harusnya)? Jawaban lengkapnya bakal aku jelasin di postingan Japan Trip part selanjutnya yaa..., yang jelas kedua hostel ini lokasinya dekat dari stasiun kereta & minimarket. Untuk cost kedua hostel ini aku lupa banget rinciannya berapa, yang pasti total keseluruhan dua hostel itu cuma Rp. 1.100.000an, which means ngga sampai Rp.150.000/malam-nya. Murah kaaan?

Tips : Pilih lokasi penginapan yang dekat dengan stasiun kereta, karena ini bakal mempermudah banget. Jadi waktu awal kedatangan atau saat mau pulang kamu ngga perlu jauh-jauh geret kopernya. Pilih juga penginapan yang "refundable" jadi misal ada apa-apa yang membuat kamu ngga jadi berangkat, uang kamu bisa kembali. Oh iya belajar dari pengalaman aku, kalau mau cari hostel, pilih yang ada liftnya. Karena waktu di Tokyo, hostel tempatku nginep itu ngga ada liftnya, sementara aku dapat kamar di lantai 5 alhasil harus angkat-angkat koper sampe lantai 5, zonk! wkwkwk (untungnya ada temenku yang bantuin)

4. Book Tiket Bus Tokyo-Osaka
Untuk pindah dari Osaka ke Tokyo dan sebaliknya, kita menggunakan transportasi bus. Kenapa nggak  pake shinkansen? Karena ini budget travel, dan harga tiket shinkansen saat itu cukup mahal, bahkan lebih mahal dari tiket pesawat yang kita dapat (pelit, hemat deng!). Perjalanan menggunakan bus memakan waktu yang lebih lama, 8 jam cyiinn, tapi untuk menyiasatinya kita pilih bus malam, jadi waktu travel kita ngga habis di jalan. Bus malam di Jepang itu standarnya udah enak banget kok, aku pun bisa bobok nyenyak selagi perjalanan.
Bus malam yang kita pakai adalah Willer Bus dan Chiba Bus. Untuk dapat harga dan waktu keberangkatan terbaik, aku saranin untuk book bus ini jauh-jauh hari, karena sama halnya dengan pesawat, seat bus malam ini cepet banget berubah alias habis. Oiya, selain pilihan jam, di websitenya juga ada keterangan lokasi departure & arrival-nya, jadi kamu bisa sesuaiin sama lokasi  yang terdekat dari penginapan kamu.

Tiket Willer Bus dipesan dari website ini → Willer Bus
Tiket Chiba Bus dipesan dari website ini → Bushikaku

Tiket Willer Bus (Osaka-Tokyo) : Rp. 850.000
Tiket Chiba Bus (Tokyo-Osaka) : Rp. 350.000
Total : Rp. 1.200.000

FYI : Untuk tiket Chiba Bus, websitenya emang cuma bisa bahasa jepang, bahkan ngisi data dirinya dan e-ticket nya juga pakai tulisan jepang, waktu itu kita dibantuin sama temen yang kebetulan udah fasih banget Bahasa Jepang dan udah sering bolak balik ke Jepang. Kelebihan pesen dari website ini adalah harganya super muraaaahhh, pokoknya jauh lebih murah dibanding website-website yang bisa pake Bahasa Inggris.

5. Book Tiket Disneyland & Pocket WiFi
Ke Jepang kurang lengkap rasanya kalau ngga ke Tokyo Disneyland & makin ngga lengkap lagi kalau selama travelling kita ngga punya internet. Biar ngga ribet nyari-nyari atau antri-antri saat disana, kita udah book tiket disneyland & wifi pocket jauh hari sebelum keberangkatan. Sama kaya perintilan lainnya, untuk tiket disneyland & wifi pocket tentunya kita juga cari yang promo. Harus dooong, kan Budget Travel! Hehehe....

Waktu itu kita beli tiket disneyland dari salah satu tour agency gitu di Instagram. Harga yang kita dapat adalah Rp. 850.000 dari harga asli ¥7.400 atau sekitar Rp. 950.000. Cuma sayangnya waktu itu pihak sellernya baru ngirim e-ticket nya ke kita H-1 dari tanggal tiket, dan itu malem-malem ngirimnya sementara tiketnya harus di print. Waktu itu bingung banget mau nge-print dimana karena dari semua minimarket yang kita datengin gaada yang bisa ngeprint, untung aja guest house tempat kita nginep baik banget mau nge-print-in.
Penampakan tiket disneyland-nya kayak gini gaes..


Sementara untuk internetan, kita sewa wifi pocket dari Wi2Fly. Kebetulan waktu itu mereka lagi ada promo. Nyewa wifi pocket di Wi2Fly ini sama sekali ngga ribet, kita tinggal chat, deal, transfer lalu wifi pocket-nya bakal dianter ke rumah kita, saat pengembalian juga wifi pocket-nya dijemput ke rumah. Oh iya kita juga wajib deposit Rp. 500.000 ke pihak Wi2Fly, dan deposit ini bakal dikembaliin setelah wifi pocket-nya kembali ke tangan mereka.

Wifi Pocket : Rp. 70.000 x 9 hari = Rp. 630.000
Karena aku travel berdua, jadi masing-masing cuma bayar Rp. 315.000

6. Barang Bawaan
Nahhh ini another things yang juga sangat penting! Yang aku bahas ini adalah barang bawaan yang menurutku penting aja yaaah :)
❤ Outfit : Bawa baju sesuai dengan season di negara tujuan. Aku travel saat winter, dan suhu udara saat aku disana cukup variatif, aku ngerasain dari mulai -5℃ sampai sekitar 15℃, tapi mostly sih sekitar 10℃ di siang hari dan 7℃ di malam hari. Di siang hari ngga begitu terasa dingin karena ada sinar matahari, tapi begitu malam, beuuuhh anginnya ngga nahan. Dingin bangetttt! Tangan bisa cepet keriput saat outdoor. Dari pengalamanku, aku paling merasa aman saat pakai atasan 3 lapis dan bawahan 2 lapis. Urutan aku pakai (setelah daleman loh tentunya) :
Atasan : Longjhon + Sweater/Kaos + Coat
Bawahan : Longjhon + Jeans/Legging
Kalau kamu bakal banyak menghabiskan waktu outdoor, aku saranin bawa sarung tangan juga, or at least bawa coat yang ada kantongnya, jadi kamu bisa menghangatkan tangan disitu. Untuk sepatu yaaa kaya cari pacar lah, senyamannya kamu aja......... #krikkrik

❤ Obat-obatan : Ini super penting! Kita gatau kan apa yang bakal kita alamin saat liburan di negeri orang. Bisa jadi gacocok sama makanan/minuman disana, kecape-an, penyakit kumat dan hal-hal buruk lainnya menyangkut kesehatan. Kalau udah kejadian pasti nyari obat juga bingung karena belum tentu juga kita cocok sama obat disana. Cari dokter juga kayaknya ngga gampang & pastinya mahal. Untuk antisipasi, bawalah obat-obatan dari sini. Bawa yang sekiranya perlu, apalagi kalau kamu ada penyakit khusus.
Yang aku bawa : tolak angin (wajib!), diapet, panadol, promag, minyak kayu putih, betadine, hansaplast, dan counterpain!
*Sumpah demi apapun counterpain ini SUPER BERGUNA bgt, tiap hari kan banyakan jalan yah, ada kali sehari 15km(?), terus pas melemnya pasti pegel, apalagi kalau kalian jarang olahraga kaya aku, terus enak gitu paginya kalau pas tidur malamnya baluran counterpain wkwk

Skincare : Lain disini lain di negeri orang, kalau di Indo muka biasa berminyak, sampe Jepang bisa tiba tiba kering kerontang (pas winter ya!). Skincare itu wajib hukumnya! Ngga peduli kamu cewek, cowok, setengah cewek, atau setengah cowok, pokoknya harus banget pake perawatan kulit terutama pelembab muka, body lotion (body cream lebih bagus), lipbalm, sama handcream.
Oh iya! Sharing juga nih, ngga semua sabun yang biasa kamu pakai cocok dipakai di luar loh, contohnya temenku, dia bawa sabun l**ebu*y, hari pertama dia pakai sabun itu dan setelahnya kulitnya jadi makin supeeeer kering sampe kaya ular bersisik .

❤ Universal Travel Adaptor : Bahasa indonesianya colokan listrik universal! Ini penting juga karena ngga semua penginapan nyediain colokan tambahan. Aku pribadi bawa colokan universal + colokan T. Colokan universal aku pakai ke stop contact-nya, terus colokan T buat tambahan, karena tiap malem aku pasti nge-charge HP, powerbank, dan kamera.

❤ Vacuum Bag : Barang ini cocok banget dibawa untuk travelling saat winter, karena vacuum bag ini bisa ngurangin drastis volume baju-baju tebel. Kerasa banget bergunanya saat pulang, buat kalian yang mager packing wajib punya! Soalnya walaupun kamu ngga ngelipet rapi baju-bajunya, ujung-ujungnya bakal tetep rapi karena udaranya disedot dan dia jadi gepeng. Pokoknya berguna banget apalagi kalau kalian butuh space di koper untuk bawa oleh-oleh ;)

❤ Uang Yen : Buatku, bawa pecahan mata uang negara tujuan itu perlu. Emang sih, jaman sekarang gampang banget narik uang dari ATM di Jepang (dan kurs-nya jatohnya lebih murah) atau pembayaran bisa dengan mudah dilakukan pake credit card bahkan debit card, tapi gatau kenapa insecure aja bawaannya kalau ke Jepang tapi ngga bawa pecahan yen dari sini. Untuk bagian ini aku masih belum ada alasan akurat, tapi aku merasa harus ada pegangan uang yen. Udah gitu aja wkwk

7. Prediksi Budget
Nah kalau hal ini cukup personal nih! Sebelum berangkat aku prediksi budget dulu untuk hidup dan belanja disana. Kalau udah tau perkiraannya, aku tentuin budget maksimal yang bisa aku habiskan. Selain budget untuk sehari-hari dan budget belanja, aku juga sediain budget untuk kejadian diluar keinginan.

Nah kira-kira kaya gitu lah gambaran persiapan liburanku ke Jepang!
Makasih yang udah sempetin buat baca 
Semoga ada sedikit informasi yang bisa kalian dapat setelah baca postingan ini :)
See you on Japan Trip - Part 2 ✌


You May Also Like

0 comments